Ketika aku memainkan peranku
Dan kamu pun memainkan peranmu
Kita bertemu dalam sebuah panggung bernama kehidupan
Kita menjalankan sebuah cerita
Namun hanya kita yang tau
Dunia diluar kita tak mengetahuinya
Entah judul apa yang pantas disematkan atas cerita kita
Kamu dan aku hanya berfokus pada peran masing-masing
Sampai pada akhirnya kita merasa jenuh
Merasa jenuh atas cerita kita
Dan mulai mempertanyakan judul atas cerita itu
Agar aku dan kamu mengetahui tujuan akhir cerita kita
Minggu, 27 April 2014
Sabtu, 26 April 2014
Aku
Aku bukan kupu-kupu yang memiliki sayap yang cantik
Aku juga bukan bunga mawar yang menimbulkan aroma harum
Aku pun tidak dapat menyamai indahnya pelangi
Aku juga tidak dapat disandingkan dengan cahaya bintang
Aku adalah aku
Entah itu kelebihanku atau kekuranganku
Entah itu kebaikanku maupun keburukanku
Aku juga bukan bunga mawar yang menimbulkan aroma harum
Aku pun tidak dapat menyamai indahnya pelangi
Aku juga tidak dapat disandingkan dengan cahaya bintang
Aku adalah aku
Entah itu kelebihanku atau kekuranganku
Entah itu kebaikanku maupun keburukanku
Jumat, 25 April 2014
Kau bukan matahari yang membawa kehangatan
Tetapi canda tawamu mencairkan dinginnya hariku
Kau bukan bulan yang menerangi ketika malam datang
Namun hadirmu menepis gelapnya hati ini
Kau bukan bintang yang menunjukkan jalan
Namun caramu berfikir seringkali memberi penerangan untuk jalanku
Tanpa sadar hadirmu disini memberi begitu banyak arti
Entah sejak kapan kamu melakukan ini untukku
Atau sebenarnya ini hanya perasaanku
Yang sesungguhnya adalah kamu memang melakukan bagianmu
Namun aku rasa kamu melakukannya untukku
Apapun itu aku hanya tidak ingin ini berubah
Apapun peranmu dihidupku, aku hanya ingin kamu tetap disini
Memberi begitu banyak arti yang aku sendiri tak mampu mengartikannya..
Tetapi canda tawamu mencairkan dinginnya hariku
Kau bukan bulan yang menerangi ketika malam datang
Namun hadirmu menepis gelapnya hati ini
Kau bukan bintang yang menunjukkan jalan
Namun caramu berfikir seringkali memberi penerangan untuk jalanku
Tanpa sadar hadirmu disini memberi begitu banyak arti
Entah sejak kapan kamu melakukan ini untukku
Atau sebenarnya ini hanya perasaanku
Yang sesungguhnya adalah kamu memang melakukan bagianmu
Namun aku rasa kamu melakukannya untukku
Apapun itu aku hanya tidak ingin ini berubah
Apapun peranmu dihidupku, aku hanya ingin kamu tetap disini
Memberi begitu banyak arti yang aku sendiri tak mampu mengartikannya..
Kamis, 24 April 2014
Sepi <--> Ramai
Kata orang sepi itu saat tiada seorang pun..
Lalu bagaimana dengan ditengah keramaian tapi kau merasa sendiri..
Orang mengatakan ramai itu ketika kau bersama-sama dengan orang lain..
Namun bagaimana ketika kau sendiri tetapi ada badai didalam hatimu..
Kesepian..
Keramaian..
Aku tak mampu membedakannya
Bahkan mengartikannya pun tak bisa
Jangan paksaku untuk mencari tau tentang hal ini
Jangan buat aku menganalisa apa yang sebenernya terjadi
Mungkin kesepian dan keramaian seperti sisi sebuah koin
Mereka menyatu, tak bisa dipisahkan
Apapun itu aku tak mau banyak berargumen
Aku hanya ingin menikmati
Entah keramaian atau kesepian sekali pun
Lalu bagaimana dengan ditengah keramaian tapi kau merasa sendiri..
Orang mengatakan ramai itu ketika kau bersama-sama dengan orang lain..
Namun bagaimana ketika kau sendiri tetapi ada badai didalam hatimu..
Kesepian..
Keramaian..
Aku tak mampu membedakannya
Bahkan mengartikannya pun tak bisa
Jangan paksaku untuk mencari tau tentang hal ini
Jangan buat aku menganalisa apa yang sebenernya terjadi
Mungkin kesepian dan keramaian seperti sisi sebuah koin
Mereka menyatu, tak bisa dipisahkan
Apapun itu aku tak mau banyak berargumen
Aku hanya ingin menikmati
Entah keramaian atau kesepian sekali pun
Sabtu, 12 April 2014
5 Hal Menyenangkan yang Dilakukan Bersama Ibu
Gak nyangka ternyata sudah 1 tahun 3 bulan gue hidup tanpa sosok seorang ibu. Banyak hal yang tentunya harus berubah dan hilang karena gak ada lagi dia disamping gue. Sejujurnya ini bukan cerita sedih sih, jujur gue telah mengikhlas dia tinggal bersama Bapa disurga. Hanya saja ini cara gue bernostalgia mengenai hal-hal yang menyangkut tentang ibu gue..
Disini gue akan meriview 5 hal yang rindu sekali gue lakukan bersama ibu. Gue gak berharap 5 hal ini bisa gue lakuin bareng dia lagi sih tapi setidaknya gue bisa mengenang hal itu menjadi hal yang indah yang pernah gue lakukan.
5. Belanja BersamaYup diposisi kelima gue kangen banget belanja bareng dia apalagi kalau udah nyangkut yang namanya belanja baju atau segala hal yang menyangkut tentang penampilan. Kenapa gue kangen banget karena ibu gue tuh gak pernah perhitungan untuk ngeluarin uangnya demi belanjaan gue yang menunjang penampilan. Hahaha ini kesannya ngarep duitnya aja sih. Tapi gue seneng banget belanja sama dia, dia bagaikan stylist gue. Model baju apa yang bagus gue pake, sepatu kaya gimana, warna yang cocok, aksesoris yang lucu, barang barang bermerk. Emang sih dari kecil gue diajarin kalau mau punya sesuatu harus nabung tapi kalau uangnya kurang pasti akan ditambahin. Hahaha udah gitu asiklah belanja sama dia, menyenangkan, gak kenal waktu walaupun dia suka ngeluh capek karena penyakitnya pas jalan. Setidaknya dia membuat belanja bersama itu "our time" banget..
4. Request Masakan
Sebenernya hal ini bukan dilakuin bareng ibu gue tapi emang ibu gue yang ngelakuin. Yup masak... Tapi hal masak memasak dirumah gue gak akan terjadi kalau bukan karena permintaan gue. Yup ibu tuh karena penyakitnya jadi jarang masak karena gampang capek, cuma kalau gue lagi dateng doyan makannya seringkali gue memohon untuk dimasaki sesuatu. Masakan yang paling sering gue request adalah sambal goreng kentang sama ati ampela dicabein. Sangking gue gak bisa lepas sama tuh masakan sampai-sampai temen gue Priska Nia W. A menghadiahkan gue masakan nyokapnya berupa sambel goreng kentang plus ati ampela setempat makan ketika ulang tahun gue ke-18 (ulang tahun pertama tanpa ibu). Wihh rasanya bahagia walau diliat sangat sederhana. Gue juga sayang banget sama ibunya dia karena baik banget (soalnya temen ibu gue juga sih). Hahaha.. Kangenlah minta masakan bahkan masakan yang gak biasa. Kaya misalnya waktu itu gue ikut retret smp atau apa yah gue lupa disana masakannya itu sawi plus kembang tahu. Itu kan gak lumrah yah tapi ternyata gue suka, jadi gue meminta ibu untuk memasaknya dan enak loh.. Hehehe
3. Tidur bersama (dikelonin)
Wah sudah masuk urutan tiga besar dan diurutan ini ditempati oleh kegiatan tidur.. Hmm dari gue kecil, gue gak pernah misah tidur dari orang tua gue dan semenjak bokap jaga malam yah yang tersisa adalah ibu gue. Ketika ibu gue gak ada ini adalah salah satu hal paling berat yaitu tidur sendiri. Mungkin orang nganggepnya gue takut tidur sendiri atau apa tapi sebenernya bukan, buktinya gue fine fine aja setahun lebih tidur sendiri. Hanya saja gue tetap merindukan bisa tidur bersama orang tua gue, lebih ke habbit sih kayanya dan perubahan itu memang gak enak walaupun harus tetap dijalani. Tidur sendiri ketika ibu gak ada dan menjadi salah satu hal terberat itu bukan cuma gue yang ngalamin, bahkan gue pernah sharing sama orang yang gak beda jauhlah jalan ceritanya sama gue dan dia juga menyatakan itu hal terberat. Ketika kita tidur bersama tuh banyak hal so sweet yang dia lakuin buat gue misalnya dulu gue lagi sakit sampe mimisan gitu trus gue tidur bareng dia, disaat itu gue hanya terdiam ketika dia berdoa untuk kesembuhan gue dan memeluk gue sambil tiduran. Gue hanya pura pura tidak tau dan menikmati hal itu. Hal so sweet lain adalah disaat akhir-akhir dia. Gue pernah ceritain dipost sebelumnya ketika gue sakit saat mau persiapan natal dan dia ngasi selimut ke gue lalu gue bisa tertidur hanya dipelukan dia. Itu adalah pelukan terakhir yang dia berikan.. Saat ini hanya bisa mengenang tapi gue gak kecewa karena setidaknya gue sudah pernah mendapati hal seindah itu sebelumnya..
2. Berantem
Aduh kenapa hal buruk kaya gini malah jadi nomor dua yah. Hahaha gak selalu buruk kok suatu hal itu kadang kita bisa liat indahnya diwaktu yang tepat. Dulu bisa dibilang gue gak pernah sehari aja gak beda pendapat sama ibu gue dan tanpa berantem. Ego masing-masing akan selalu dipertahanin kalau lagi berantem. Sikap anak tunggal yang gak mau kalah di gue tuh pasti keluar udah gitu ibu juga gak mau kalah. Disini sisa orang yang ada adalah bokap tapi kalau bokap gue udah belain gue pasti ibu langsung ngambek kaya anak kecil karena merasa gak dibelain siapa siapa. Hahaha disini gue kalau inget lagi jatuhnya jadi lucu aja. Gue sama ibu tuh kalau berantem kaya anak seumuran, ntar gak saling negor trus kalau ada urusan lewat perantara. Baikannya juga yah begitu aja. Gue sebenernya juga gak mau sih berantem sama ibu tapi kalau disuruh ngulang mungkin lucu kali yah.. Yang akan selalu nangis abis berantem tuh yah jelas pasti gue lah.. Dan yang lucunya yang lebih banyak ngalah ketika mau baikan tuh kayanya ibu deh soalnya biasanya gue kekeuh gak mau deketin. Hahaha
1. Disuapin (makan berdua) dan Sharing segala
Urutan pertama justru ada dua hal? Kenapa? Gue gak bisa milih mana yang lebih baik dari kedua hal itu. Buat gue dua duanya merupakan hal yang paling gue rindukan untuk dilakukan bersama ibu kembali. Yang akan gue riview pertama adalah disuapin dan makan sepiring berdua. Ini habbit yang gak susah banget dirubah. Gue memang gak cacat dan masih bisa menggunakan tangan gue untuk makan tapi kangen banget makan sambil ngerjain sesuatu yang lain dengan lancar dan cara menghandlenya adalah dengan disuapin. Gak cuma itu sih tapi emang bener bener kangen disuapin. Sampe pernah yah sangking magernya gue makan disuatu acara, kakak greja gue gregetan trus akhirnya nyuapin gue. Yup ka ella yang pernah nyuapin gue, sangking dia mengasihi gue (hahaha antara kasian anak orang ntar gak makan atau sayang sama gue, sayang lah pastinya).. Lalu gue juga gak bisa makan seporsi kecuali porsinya udah gue sesuaim sama gue. Ini habbit berikutnya yang belum bisa gue ubah. Karena kebiasaan makan berdua, kebiasaan menghabiskan satu porsi tuh berdua, dan sampe sekarang gue masih bingung kalau lagi laper dan gak ada bokao tuh mau makan tapi gak abis kalau seporsi atau lebih milih gak makan aja daripada gak abis. Soalnya gue tersiksa makan seporsi, meski makan dalam jangka waktu yang lama kalau dalam keadaan normal kalau kalap gak tau deh.
Lalu yang terakhir dan yang paling gue rindu adalah mensharekan segala sesuatu walaupun mungkin itu bagaikan spam sih. Tapi ibu tuh adalah orang yang paling bisa menerima segala cerita gue mau penting, mau gak pasti dia akan selalu komentarin. Gue belum bisa nemu yang kaya gini lagi bahkan bokap sekalipun gak bisa menggantikannya.
Yup 5 hal (6 sih bahkan) yang gue rindu untuk gue lakukan bareng ibu.. :')
Disini gue akan meriview 5 hal yang rindu sekali gue lakukan bersama ibu. Gue gak berharap 5 hal ini bisa gue lakuin bareng dia lagi sih tapi setidaknya gue bisa mengenang hal itu menjadi hal yang indah yang pernah gue lakukan.
5. Belanja BersamaYup diposisi kelima gue kangen banget belanja bareng dia apalagi kalau udah nyangkut yang namanya belanja baju atau segala hal yang menyangkut tentang penampilan. Kenapa gue kangen banget karena ibu gue tuh gak pernah perhitungan untuk ngeluarin uangnya demi belanjaan gue yang menunjang penampilan. Hahaha ini kesannya ngarep duitnya aja sih. Tapi gue seneng banget belanja sama dia, dia bagaikan stylist gue. Model baju apa yang bagus gue pake, sepatu kaya gimana, warna yang cocok, aksesoris yang lucu, barang barang bermerk. Emang sih dari kecil gue diajarin kalau mau punya sesuatu harus nabung tapi kalau uangnya kurang pasti akan ditambahin. Hahaha udah gitu asiklah belanja sama dia, menyenangkan, gak kenal waktu walaupun dia suka ngeluh capek karena penyakitnya pas jalan. Setidaknya dia membuat belanja bersama itu "our time" banget..
4. Request Masakan
Sebenernya hal ini bukan dilakuin bareng ibu gue tapi emang ibu gue yang ngelakuin. Yup masak... Tapi hal masak memasak dirumah gue gak akan terjadi kalau bukan karena permintaan gue. Yup ibu tuh karena penyakitnya jadi jarang masak karena gampang capek, cuma kalau gue lagi dateng doyan makannya seringkali gue memohon untuk dimasaki sesuatu. Masakan yang paling sering gue request adalah sambal goreng kentang sama ati ampela dicabein. Sangking gue gak bisa lepas sama tuh masakan sampai-sampai temen gue Priska Nia W. A menghadiahkan gue masakan nyokapnya berupa sambel goreng kentang plus ati ampela setempat makan ketika ulang tahun gue ke-18 (ulang tahun pertama tanpa ibu). Wihh rasanya bahagia walau diliat sangat sederhana. Gue juga sayang banget sama ibunya dia karena baik banget (soalnya temen ibu gue juga sih). Hahaha.. Kangenlah minta masakan bahkan masakan yang gak biasa. Kaya misalnya waktu itu gue ikut retret smp atau apa yah gue lupa disana masakannya itu sawi plus kembang tahu. Itu kan gak lumrah yah tapi ternyata gue suka, jadi gue meminta ibu untuk memasaknya dan enak loh.. Hehehe
3. Tidur bersama (dikelonin)
Wah sudah masuk urutan tiga besar dan diurutan ini ditempati oleh kegiatan tidur.. Hmm dari gue kecil, gue gak pernah misah tidur dari orang tua gue dan semenjak bokap jaga malam yah yang tersisa adalah ibu gue. Ketika ibu gue gak ada ini adalah salah satu hal paling berat yaitu tidur sendiri. Mungkin orang nganggepnya gue takut tidur sendiri atau apa tapi sebenernya bukan, buktinya gue fine fine aja setahun lebih tidur sendiri. Hanya saja gue tetap merindukan bisa tidur bersama orang tua gue, lebih ke habbit sih kayanya dan perubahan itu memang gak enak walaupun harus tetap dijalani. Tidur sendiri ketika ibu gak ada dan menjadi salah satu hal terberat itu bukan cuma gue yang ngalamin, bahkan gue pernah sharing sama orang yang gak beda jauhlah jalan ceritanya sama gue dan dia juga menyatakan itu hal terberat. Ketika kita tidur bersama tuh banyak hal so sweet yang dia lakuin buat gue misalnya dulu gue lagi sakit sampe mimisan gitu trus gue tidur bareng dia, disaat itu gue hanya terdiam ketika dia berdoa untuk kesembuhan gue dan memeluk gue sambil tiduran. Gue hanya pura pura tidak tau dan menikmati hal itu. Hal so sweet lain adalah disaat akhir-akhir dia. Gue pernah ceritain dipost sebelumnya ketika gue sakit saat mau persiapan natal dan dia ngasi selimut ke gue lalu gue bisa tertidur hanya dipelukan dia. Itu adalah pelukan terakhir yang dia berikan.. Saat ini hanya bisa mengenang tapi gue gak kecewa karena setidaknya gue sudah pernah mendapati hal seindah itu sebelumnya..
2. Berantem
Aduh kenapa hal buruk kaya gini malah jadi nomor dua yah. Hahaha gak selalu buruk kok suatu hal itu kadang kita bisa liat indahnya diwaktu yang tepat. Dulu bisa dibilang gue gak pernah sehari aja gak beda pendapat sama ibu gue dan tanpa berantem. Ego masing-masing akan selalu dipertahanin kalau lagi berantem. Sikap anak tunggal yang gak mau kalah di gue tuh pasti keluar udah gitu ibu juga gak mau kalah. Disini sisa orang yang ada adalah bokap tapi kalau bokap gue udah belain gue pasti ibu langsung ngambek kaya anak kecil karena merasa gak dibelain siapa siapa. Hahaha disini gue kalau inget lagi jatuhnya jadi lucu aja. Gue sama ibu tuh kalau berantem kaya anak seumuran, ntar gak saling negor trus kalau ada urusan lewat perantara. Baikannya juga yah begitu aja. Gue sebenernya juga gak mau sih berantem sama ibu tapi kalau disuruh ngulang mungkin lucu kali yah.. Yang akan selalu nangis abis berantem tuh yah jelas pasti gue lah.. Dan yang lucunya yang lebih banyak ngalah ketika mau baikan tuh kayanya ibu deh soalnya biasanya gue kekeuh gak mau deketin. Hahaha
1. Disuapin (makan berdua) dan Sharing segala
Urutan pertama justru ada dua hal? Kenapa? Gue gak bisa milih mana yang lebih baik dari kedua hal itu. Buat gue dua duanya merupakan hal yang paling gue rindukan untuk dilakukan bersama ibu kembali. Yang akan gue riview pertama adalah disuapin dan makan sepiring berdua. Ini habbit yang gak susah banget dirubah. Gue memang gak cacat dan masih bisa menggunakan tangan gue untuk makan tapi kangen banget makan sambil ngerjain sesuatu yang lain dengan lancar dan cara menghandlenya adalah dengan disuapin. Gak cuma itu sih tapi emang bener bener kangen disuapin. Sampe pernah yah sangking magernya gue makan disuatu acara, kakak greja gue gregetan trus akhirnya nyuapin gue. Yup ka ella yang pernah nyuapin gue, sangking dia mengasihi gue (hahaha antara kasian anak orang ntar gak makan atau sayang sama gue, sayang lah pastinya).. Lalu gue juga gak bisa makan seporsi kecuali porsinya udah gue sesuaim sama gue. Ini habbit berikutnya yang belum bisa gue ubah. Karena kebiasaan makan berdua, kebiasaan menghabiskan satu porsi tuh berdua, dan sampe sekarang gue masih bingung kalau lagi laper dan gak ada bokao tuh mau makan tapi gak abis kalau seporsi atau lebih milih gak makan aja daripada gak abis. Soalnya gue tersiksa makan seporsi, meski makan dalam jangka waktu yang lama kalau dalam keadaan normal kalau kalap gak tau deh.
Lalu yang terakhir dan yang paling gue rindu adalah mensharekan segala sesuatu walaupun mungkin itu bagaikan spam sih. Tapi ibu tuh adalah orang yang paling bisa menerima segala cerita gue mau penting, mau gak pasti dia akan selalu komentarin. Gue belum bisa nemu yang kaya gini lagi bahkan bokap sekalipun gak bisa menggantikannya.
Yup 5 hal (6 sih bahkan) yang gue rindu untuk gue lakukan bareng ibu.. :')
Rabu, 02 April 2014
"yaudahlah"
Apa yang ada dipikiran lo lo pada kalau misalkan diomelin? Mungkin reaksinya banyakan negatif kali yah, misalnya kesel, marah balik, nangis, bad mood lah.. Tapi kalau lo ngelakuin hal yang salah dan gak diomelin pasti kebanyakan orang akan seneng banget. Merasa mereka terbebas dari beban rasa bersalah.
Tapi buat gue gak tuh.. Justru gue merasa aneh banget ketika gue melakukan kesalahan yang mungkin cukup dibilang fatal karena gue bener-bener gak bertanggung jawab sama barang yang dipercayakan kepada gue tetapi gak diomelin, gak dimarahin..
Mungkin banyak orang yang akan bilang gue aneh atau apalah terserah tapi buat gue, omelan tuh bagaikan batas pengaman gue biar gue gak ngelakuin hal yang salah lagi di masa mendatang..
Gak cuma itu sih alasan gue kenapa justru gue lebih seneng kena marah dibanding dengan kata "yaudahlah" yang menutup permasalahan secara mudah dan menggantung sebenarnya. Gue merasa lebih diperhatikan ketika gue dimarahin karena di tengah kata-kata advisenya itu sebenarnya ada perhatian yang tercurah, yang gak kepengen gue melakukan hal yang gak baik lagi secara berulang, ada harapan supaya gue lebih baik lagi..
Sayangnya "dimarahin" itu udah jarang gue alami ketika dia pergi. Yup nyokap itu pasti akan selalu lebih cerewet kan dan gue kangen cerewetnya dia yang marahin gue kalau gue ngelakuin salah sedikit aja. Trus kita marahan deh, gak mau saling nyapa. Kalau mau nanya sesuatu lewat perantaraan orang dan baikannya yah gitu aja. Tiba-tiba udah baik aja.. Berasa kaya temen yang lagi marahan trus baikan gitu aja..
Justru sikap bokap yang mungkin dulu terkesan jadi perisai gue ketika dimarahin nyokap, sekarang berubah menjadi pribadi dingin dengan menyudahi permasalahan dengan kata "yaudahlah".
Kalau kata orang sih mungkin bokap gak mau marah karena gue adalah satu-satunya milik dia. Dia gak mau bikin gue jauh dari dia dengan memarahi gue. Yahh mungkin seperti itu. Atau lebih bijaknya lagi gue gak boleh negative thingking ke bokap, setidaknya itu nasehat yang gue dapet dari seseorang.
Jadi YASUDAHLAH gue gak mau ambil pusing dia mah marah atau gak. Yang lebih penting bagaimana cara gue untuk lebih bertanggung jawab dan lebih menerima kenyataan bahwa gak selamanya apa yang kita harapkan itu jadi kenyataan..
Sekali lagi YASUDAHLAH...
Tapi buat gue gak tuh.. Justru gue merasa aneh banget ketika gue melakukan kesalahan yang mungkin cukup dibilang fatal karena gue bener-bener gak bertanggung jawab sama barang yang dipercayakan kepada gue tetapi gak diomelin, gak dimarahin..
Mungkin banyak orang yang akan bilang gue aneh atau apalah terserah tapi buat gue, omelan tuh bagaikan batas pengaman gue biar gue gak ngelakuin hal yang salah lagi di masa mendatang..
Gak cuma itu sih alasan gue kenapa justru gue lebih seneng kena marah dibanding dengan kata "yaudahlah" yang menutup permasalahan secara mudah dan menggantung sebenarnya. Gue merasa lebih diperhatikan ketika gue dimarahin karena di tengah kata-kata advisenya itu sebenarnya ada perhatian yang tercurah, yang gak kepengen gue melakukan hal yang gak baik lagi secara berulang, ada harapan supaya gue lebih baik lagi..
Sayangnya "dimarahin" itu udah jarang gue alami ketika dia pergi. Yup nyokap itu pasti akan selalu lebih cerewet kan dan gue kangen cerewetnya dia yang marahin gue kalau gue ngelakuin salah sedikit aja. Trus kita marahan deh, gak mau saling nyapa. Kalau mau nanya sesuatu lewat perantaraan orang dan baikannya yah gitu aja. Tiba-tiba udah baik aja.. Berasa kaya temen yang lagi marahan trus baikan gitu aja..
Justru sikap bokap yang mungkin dulu terkesan jadi perisai gue ketika dimarahin nyokap, sekarang berubah menjadi pribadi dingin dengan menyudahi permasalahan dengan kata "yaudahlah".
Kalau kata orang sih mungkin bokap gak mau marah karena gue adalah satu-satunya milik dia. Dia gak mau bikin gue jauh dari dia dengan memarahi gue. Yahh mungkin seperti itu. Atau lebih bijaknya lagi gue gak boleh negative thingking ke bokap, setidaknya itu nasehat yang gue dapet dari seseorang.
Jadi YASUDAHLAH gue gak mau ambil pusing dia mah marah atau gak. Yang lebih penting bagaimana cara gue untuk lebih bertanggung jawab dan lebih menerima kenyataan bahwa gak selamanya apa yang kita harapkan itu jadi kenyataan..
Sekali lagi YASUDAHLAH...
Langganan:
Postingan (Atom)