Kamis, 29 Mei 2014

Ketika aku memilih suatu pilihan
Aku akan bertahan
Entah itu menyakitkan atau tidak

Jika itu menyakitkan
Aku memilih terlihat bodoh dengan bertahan
Dan ketika hatiku telah memilih
Itu adalah keputusanku yan tak dapat diubah

Jangan paksa aku untuk berubah
Karena ada saatnya aku tersadar sendiri
Lalu aku..
Bangun meraih kenyataan dan meninggalkan impian itu

Setiap orang berhak dan bebas memilih
Dan setiap pilihan memiliki alasannya
Ketika kau menocoba mengerti alasan itu dan tak menemukan jawabannya
Ini bukan berarti pilihan itu yang salah
Namun hanya orang itulah yang mengerti alasannya

Minggu, 25 Mei 2014

Bete

Hari ini jelas bukan hari yang menyenangkan buat gue. Bahkan hari ini dimulai dengan ex gue yang ngetweet dan menyinggung gue, lalu temen gue yang maksa nanya-nanya tugas ketika gue di gereja( gue gak mau mainan handphone di gereja kecuali intuk buka alkitab dan note untuk mencatat *setidaknya gue sedang menerapkan itu*), kemudian si ka "p" yang ngebahas tentang tweet gue pagi ini. Itu semua membuat tingkat kebetean gue meningkat secara drastis. Sejujurnya gue gak bete sama si ka "p", justru gue sebel sama diri gue yang jelas-jelas telah merusak citra gue sendiri. Gak tau kenapa sebenernya gue rada sensitif kalau ngomong gue yang nyakitin ex gue dan orang-orang pada kasian sama dia. Gue tidak mencari pembelaan, gue selalu tau dan ingat bahwa memang gue yang salah. Tapi apakah hubungan gue dan si ex gak bisa baik-baik saja. Lupakan yang lalu dan mulai perteman? Gue selalu bersikap baik ke dia tapi jatuhnya selalu dia salah tangkap, gue rada ngejauh kesannya gue semakin ngejahatin dia. Lalu? Yah memang gue yang salah! Gue gak ngerti banget, tadi rasanya pengen nangis. Pengen teriak-teriak kalau gue bete tapi gak ada gunanya. Gue memilih hanya untuk diam dan berusaha menyalurkan kebetean gue dengan yang positif yaitu menulis (lumayan nambah-nambah post). Kalau gue gak inget sama Tuhan gue, jujur rasanya gue pengen pindah gereja lokal. Tapi apa gunanya? Itu hanya menunjukkan ketidak dewasaan gue. Lari dari masalah bukanlah akhir dari segalanya tetapi justru membuka masalah baru. Kalau ngomongin bagaimana caranya membuat semua jadi pulih kembali memang sulit dan complicated tapi bukan berarti gak mungkin kan? Ahhhh entahlah, hari ini totally mood gue hancur berantakan dan belum ada satu pun yang membuat mood gue menjadi lebih baik setidaknya 30%. Bahkan temen gue velika udah ngirimin foto baekhyun dan kai tapi tetep mood gue gak pulih. Gue memilih untuk tidur beberapa saat dan gak ada perubahan mencolok. Tetep aja hati gue gondok. Dan yasudahlah, biarkan kebetean ini berlalu dengan berlalunya hari ini. Sekian.

Selasa, 20 Mei 2014

Setiap langkah maju yang  kuambil
Akan semakin menambah keraguanku
Namun ketika langkah mundur yang kujalani
Justru membuatku semakin terpuruk

Lalu, apakah aku harus berdiam diri?
Menunggu nasib datang menjemputku
Atau justru aku harus menutup perjalananku yang ini
Dan menggantikannya dengan perjalanan yang lain

Terlalu lelah otakku untuk mengambil keputusan
Dan hatiku terlalu rapuh untuk memilih
Dan karenanya sang waktu mengambil bagiannya
Menjadikan pilihan itu terhapus olehnya

Rabu, 14 Mei 2014

Ketika satu kata terucap
Terlalu banyak senyum yang ditimbulkan
Saat satu tindakan yang dilakukan
Beribu arti yang tercipta
Dan ketika satu keceriaan disebarkan
Berjuta sinar bintang terpancar dari dalam diri

Tapi apa artinya semua hal itu
Hal yang biasa kita sebut dengan kebahagiaan
Kebahagiaan yang aku tahu dan aku rasakan sendiri
Tanpa sang pencipta kebahagiaan mengetahuinya
Mengetahui bahwa aku disini bahagia karenanya

Entah aku yang terlalu bodoh menikmati bahagia itu sendiri
Atau justru kamu yang terlalu bodoh sebagai pencipta kebahagianku

Tetapi memang jika kebodohan itu melingkupi aku
Sekarang aku hanya ingin menikmati kebodohanku untuk kebahagiaan
Walaupun mungkin aku akan semakin terlihat bodoh

Minggu, 04 Mei 2014

Family Time


Entah mengapa ini menjadi salah satu foto yang gue suka. Gue akuin disitu pose gue gak bagus, penampilan gue juga berantakan karena abis tidur-tiduran. Tapi gue berasa ada arti yang besar disini. Gue merasa gue punya keluarga bahagia, punya adik, kakak, keponakan yang membuat hidup gue terasa lebih indah diluar keadaan yang sesungguhnya. Gue sangat menghargai pemberian Tuhan ini dan gue juga sangat mengharagi yang namanya family time di keluarga besar gue. Apapun beban yang ada, berkumpul bersama mereka bisa menghilangkan segala beban meskipun hanya untuk sementara. Andai bisa meminta, gue pengen anggota keluarga yang sudah pergi masih ada dan bisa merasakan kebahagiaan seperti ini. Tapi gue sadar kok, mungkin jika kita masih bersama-sama mereka, tak akan pernah ada moment seperti ini atau mungkin jarang. Itu semua karena mungkin kita akan lebih terfokus pada keluarga inti kita dan kebersamaan kita adalah hasil proses kehilangan orang-orang yang kita cintai. Proses yang membawa kita mengerti bagaimana pun keadaan kita akan ada keluarga yang bersama kita. Setidaknya itu yang gue pikirkan dan gue alami, sekali lagi gue mensyukuri itu.

#KeluargaLadiman

Kamis, 01 Mei 2014

Aku berjalan
Namun aku tak tau tujuan aku melangkah
Aku berfikir
Tapi entah apa yang akan difikirkan otakku

Aku melihat
Tetapi aku tak pernah menangkap apa yang aku lihat
Aku mendengar
Namun semuanya begitu samar bagiku

Semua yang aku lakukan terasa sulit untuk dilakukan
Aku melakukannya tapi tak pernah tau tujuannya
Dan aku melakukannya tanpa aku merasa melakukannya