Minggu, 09 Desember 2012

cinta


Gak akan pernah bisa terpikir memang kapan cinta itu datang dan kapan cinta itu akan pergi. Gak pernah juga ada rumusan yang bilang kalau cinta harus seperti ini atau itu. cinta datang kadang tanpa alasan dan tanpa syarat yang harus dipenuhi. Dan yang paling menyakitkan dari cinta adalah harus menghapuskan cinta itu sendiri. Bagaimana bisa cinta yang masih hidup harus mati? Bagaimana bisa cinta yang masih menjadi bagian dari hidup kita harus direlakan begitu saja? Tapi hal menyakitkan itu lebih baik selamanya tinggal di dalam kita dan membiarkan cinta kita bahagia dengan yang lainnya. Gak ada yang mengalahkan hal sebesar itu, kalau memang mengaku memiliki cinta yang besar. Memang hal itu mudah untuk dikatakan tapi hal itu susah untuk dilakukan, namun orang yang berjiwa besar adalah orang yang mampu memberikan kebahagian ditengah kesedihannya sendiri. Karena orang yang berjiwa lemah akan terus menyesalkan cinta pergi untuk bahagia dengan yang lainnya.
Tersenyumlah dan berbahagilah apabila kita mampu melakukan hal ini karena gak ada alasan untuk kita menghalangi kebahagiaan cinta kita. Biarkan cinta kita mendapatkan kebahagiannya walau tak bersama kita dan kita juga masih patut mendapatkan kebahagiaan kita sendiri. Jangan terpaku pada satu cinta yang menyakitkan walau akan indah untuk mengingatnnya sesaat. Biarkan cinta itu bahagia dan kita tersenyum bahagia melihatnya bahagia. Dan kita masih bisa menapaki hidup baru tanpa cinta itu sendiri…

2012


Mentari pagi ini emang gak secerah di musim kemarau tapi cahaya mentari pagi ini sangat indah karena di temani oleh udara sejuk serta awan yang indah. Ketika melihat fenomena alam yang begitu indah ini aku langsung teringat kasih karunia Bapa yang begitu luar biasa pada kehidupanku di taun 2012 ini. Hmm menjelang natal rasanya penting untuk mengingat dan belajar mengucap syukur dengan apa yang telah diberi Bapa selama ini. Awla tahun yang ku jalani di tahun 2012 memang bukan awal tahun yang menyenangkan. Saat pergantian tahun berlangsung, aku memang gak ada di rumah bersama keluarga kecilku, bersama bapak dan ibu. Aku berada di puncak bersama kerabat keluargaku untuk merayakan tahun bersama sambil menikmati liburan. Namun ketika menjalani liburan di sana aku memamng sudah merasa tak enak hati, yah betul saja ternyata ibuku menelfon dan dia bilang kalau dia sakit. aku mulai khawatir dan inilah menjadi tahun ujianku. Di awal tahun aku juga mengambil keputusan untuk dibaptis tanggla 8 Januari 2012 dan ini sebagai pernyataanku bahwa aku sungguh-sungguh ingin mengikut Yesus. Tapi seperti yang tertera sebelumnya bahwa mengikutinya kita bukan terlepas dari maslah namun kita akan beljar untuk memikul salib seperti Yesus. Aku mengalaminya, dan benar-benar mengalaminya. Di awal tahun bahkan ibuku sudah sakit tapi awlanya kupikir itu sakit meriang biasa yang akan sembuh dengan sendirinya, tapi tenyata dugaanku salah. Ini malah menjadi titik permulaan dimana ibuku sakit berkepanjangan selama tahun 2012. Ujian mulai datang dengan keputusan dokter yang ingin mengamputasi jari kaki ibu. Ibu keluar uang banyak untuk biaya berobatnya di rumah sakit dan aku serta uang sekolahku terlantar begitu saja. Awlanya sebulan, kemudian dua bulan, kemudian 3bulan, lalu berlanjut hingga akhirnya lebih dari 4 bulan aku gak bayar sekolah. Ibuku juga gak kunjung sembuh dan pengharapanku hanya pada Tuhan. Disaat benar-benar terpuruk Tuhan menyelamatkanku. Dia member  jalan yang begitu luar biasa yang menunjukkan kuasaNya dan kemuliaanNya. Aku mengucap syukur atas itu Tuhan. Oh yah sebeluma awal tahun di mulai aku memang merencanakan untuk mengejar PPA BCA suatu beasiswa dari bank untuk kuliah. Hmmm namun Tuhan punya rencana lain, Dia memberikan beasiswa bahkan sebelum aku sempat aku berpikir aku akan mendaptkannya. Ketika kondisi keuanganku benar-benar terpuruk aku mendapatkan beasiswa itu dan uang sekolah yang menunggak dibayar luanas oleh oaring tua asuhku. Sungguh luar biasa Tuhanku. Namun tak berhenti pada itu saja. Ketika mamaku tak mau diamputasi dia lebih memilih mempertahankannya, memang dia sembuh namun beberapa bulan kemudian dia harus terpuruk lagi dalam penyakitnya dan msuk rumah sakit hampir 2minggu lebih. Ini menjadi pembelajaran baru buat hidupku, belajar untuk gak bergantung lagi sama ibu karena dia gak ada di rumah ndan belajar untuk mencari nafkah membantu ibu. Dan keuangan kami terus bergejolak karena ia harus masuk rumah sakit, kami dihina karena kami gak punya uang cukup untuk membiayai biaya rumah sakit yang ditagihkan pada kami. Walaupun ibu keluar tapi ada rasa ak mengenakkan pada kehidupan kami. Waktu berjalan 1 bulan disaat aku berulang tahun dan ibuku 3 hari setelahnya namun penyakit ibuku kambuh bhakan aku harus belajar untuk bangun setiap tengah malam arena ibuku selalu muntah dan merintih sakit. dia semakin kurus dan semakin pucat. Pada akhirnya keluargaku sepakat untuk membanya ke rumah sakit. dan kenyataan pahit pun harus kami terima kalau memang ibu jarinya harus diamputasi bahkan 3 sekaligus. Bayangkan kehilangan 1 jari saja iya begitu tak rela, bagaimana perasannya kehilangan 3 jari sekaligus? Bagaimana rasanya ketika ia juga harus memikirkan biaya pengobatannya untuk sembuh yang begitu besar? 5 minggu lebih ia di rawat di rumha sakit dan jangka waktu yang sama aku harus belajar mandiri menata kehidupanku tanpa bantuan kedua orang tuaku. Aku yang biasanya menjadi center di keluarga harus berjalan melangkah menyiapkan segala sesuatu yang ku perlukan dengan sendirinya. Aku yang bisanya punya reminder tetap yaitu ibuku dan ayahku harus punya daya ingat sendiri untuk semua rutinitasku. Bahkan masalah sepele seperti jadwal sepatuku saja aku pernah melakukan kesalahan. Bahkan untuk makan saja aku malas untuk mencariny dan lebih baik menahan lapar dibandingkan aku harus memilih menu makananku sendiri. Aku yang terbiasa dengan mereka harus erbiasa sendiri tanpa mereka. Aku yang selalu diperhatikan mereka harus kehilangan sementara perhatian itu. bahkan permasalahan siapa yang menjadi ceneter di keluarga kami pun harus terjadi. Aku yang biasanay yang akan dilempari pertnyaan “kamu udah makan? Kamu udah kerjain ini? Kamu udah itu? kamu bisa ini? Bagaimana keadaanmu?” semua itu harus terbalik sehingga aku yang harus melemparkan pertanyaan itu ke ibuku namun aku gak pernah melakukaknnya hingga saatnya ibu merasa gak diperhatiin aku. Aku yang begitu sibuk dengan sekolahku (walaupun nilaiku merosot) kurang memperhatikannya. Dan semua itu menambah beban berat apalagi saat aku ketahui tagihan operasi dan biaya pengobatan ibuku selama 5 minggu menembus angka puluhan juta. Aku gak pernah dikasi tau sampe pada akhirnya aku dikasi tau. Mereka ,menyembunyikan itu karena mereka gak mau aku stress namun itu gak adil karena aku gak menanggung apa yang diderita mereka. Hmm permasalahan semakin pelik menuju akhir tahun tapi sekali lagi Tuhan yang punya bdan ku sembah itu dasyat banget. Bayangin dengan kondisi keuangan yang gak memungkinkan Tuhan bisa bayar perawatan nyokap gue dan gue hanya mendapatkan kata-kata free. Gue seneng luar biasa namun ada satu hal yang masih menjadi beban. Haha maaf yah yang itu belum bisa di share. Selessai nyokap keluar rumah sakit, dai amsih harus bolak balik ke rumah sakit seminggu sekali dan itu juga memeakan uang yang gak sedikit ditambaha lagi dengan ancaman bokap gue keluar dari kerjaan karena udah 2 bulan dia gak masuk ngurus nyokap gue. Emang bokap gue udah gak penates lagi untuk bekerja karena sebenernya dia sudah memasuki dunia pensiun tapi yah mau gimana lagi. Dan akhirnya bokap kembali belerja, namun gue menambah masalah baru dalam keluarga gue dengan nilai gue yang menurun drastic. Sumpaah bener-bener ketinggalan jauh ama temen-temen gue. Gue gak ngerti deh apa yang salah. Dan gue akan berusaha memeprbaikinya. Dan gue masih terus berjuang untuk melewati tahun ini karena gue yakin dan percaya Tuhan punye rencana besar dan hebat bguat kelurga gue. Dan tahun ini merupakan tahun perkenan Tuhan yang begitu luar biasa. Gue mencoba terus berjalan meski tertatih untuk menuju akhir tahun ini. Yah hidup memang harus berjuang makanya gue menvoba tetap meiliki semangat juang walau gue gak tau akhirnya nanti gimana. Semoga Tuhan terus bersama gue dan keluarga. Jesus bless us

Rabu, 05 Desember 2012

masa depan


Yups memang waktu di dunia ini sekarang terasa begitu cepat, gak tau karena emang lebih cepat beneran atau kita yang terlalu sibuk dengan rutinitas sehingga gak menikamti setiap detik dalam kehidupan kita. Gue sendiri gak berasa udah nyampe umur ke-17 dimana katanya ini memasuki usia dewasa. Tapi gue sendiri menyadari kalau gue belum dewasa. Masih banyak kekurangan dalam diri gue yang masih harus diperbaiki. Hmm sekarang gue mengalami galau yang luar biasa dasyat karena bentar lagi gue lulus dari seragam abu-abu. Hehe seharusnya kebanyakan orang seneng yah tapi buat gue malah gue takut melepaskan semua masa-masa indah gue selama sekolah. Entah karena gue takut untuk memulai dunia baru tanpa seragam atau karena gue sendiri bingung masa depan gue kaya gimana. Ketakutan dalam diri gue ini seharusnya emang gak boleh terjadi karena Tuhan yang menyayangi gue itu bilang kalau gue gak boleh kuatir akan apapun juga, hanya cukup berserah. Hmm kegalauan gue mulai beranjak ke level maksimum karena gue sendiri gak tau sehabis melepas seragam gue akan kah kuliah atau gue harus kerja. Dengan banyak factor yang gue lihat sih kayanya gue terdorong untuk bekerja dulu, tapi yang ada jauh di dalam lubuk hati gue berbeda dengan itu. Gue takut, gue takut untuk memulai sesuatu dunia baru yaitu dunia bekerja walaupun pada akhirnya nanti gue juga akan bekerja. Naluri gue masih pengen sekolah dulu sebelum gue harus bener-bener bekerja. Gue masih asyik menikmati masa-masa menimba ilmu gue, bermain sama teman-teman gue, ngomongin masalah sekolah, ngomongin kegiatan sekolah, dan protes ini itu tentang sekolah. Gue masih terlena dengan dunia gue yang itu dan gue bener-bener gak siap untuk memasuki dunia bekerja, apalagi banyak yang nyaranin untuk gue bisa kuliah sambil kerja. Ya ampun itu sama aja memasukkan gue ke dalam kerja rodi. Dari diri gue sendiri ngerasa gak sanggup buat itu semua. Gue aja merasa gak sanggup untuk memasuki dunia kerja apalagi gue harus memasuki 2 dunia sekaligus… gue emang gak bisa memaksakan kehendak gue sendiri karena gue sudah pernah menyesal memaksakan kehendak gue dan itu berdampak buruk dalam hidup gue walaupun pada akhirnya ada jalan yang Tuhan nunjukin untuk memeuliakan namaNya. Tuhan rasanya pengen nangis banget kalau mikirin ini tapi nangis juga gak akan ngubah semuanya. Waktu tinggal 5 bulan lagi yang akan gue abiskan dengan seragam abu-abu gue. Cuma waktu itu yang tersisa, yang bisa gue pake untuk bersama teman-teman gue yang udah nemenin gue selama 3 tahun, yang berjuang bersama gue selama ini, yang berduka dan bersuka bareng-bareng, yang ngoceh ini itu, yang jalan kesana kemari, yang membuat karya dan juga yang membuat onar, yang buat orang lain tersenyum atau marah atau jengkel atau kesel dan lain sebagainya. Bagaimana bisa gue melepaskan semua kenyamanan dan kehangatan yang gue dapet dari mereka, dari dunia gue di sekolah? Bagaimana rasanya hidup gue tanpa mereka? Bagaimana jadinya hari-hari gue tanpa kalian semua TARADISEABLE? Gue pernah mengalami kehilangan kalian selama 3 bulan tapi rasa kuatir gue gak ketemu kalian itu gak buat gue takut karena gue yakin dan percaya(sebenernya sebuah kepastian) kalau kita bakalan ketemu lagi. Hehe  Tapi kali ini gue emang harus benar-benar bangun dari mimpi panjang gue karena gak akan selamanya jug ague sama temen-temen gue sama sekolah gue. Kalau belajar emang gak akan pernah berhenti karena usia tapi kalau ada di dalam lembaga sekolah sebagai murid  semur hidup itu rasanya gak mungkin juga deh. Haha oke deh lupakan, gue akan melanjutkan pemikiran masa depan gue walaupun gue gak akan tau gue harus ngambil keputusan apa, semoga yang terbaik dan menjadi seturut kehendakNya 

tumbuhan


Pernah gak terkadang kita iri sama tumbuhan? Hehe bukan gak beryukur sih tapi kalau kita jadi tumbuhan disaat tertentu mungkin bisa jadi hal yang membuat kita merasa lebih beruntung. Pasti tau kan tumbuhan itu biasanya dari biji atau tunas tapi ketika biji atau tunas (yang hidup) itu dikubur mereka bukan mati tapi menerobos tanah dan bisa bertumbuh. Wah Tuhan tuh emang ajaib banget.
Pernah gak kalian semua mengalami sesuatu hal yang harus kalian kubur di dalam kehidupan kalian dan membuatnya mati hidup-hidup? Mungkin seperti mimpi atau cinta atau harpan kalian? Hmm terkadang kalau disaat kita mengalami sebuah masalah dengan contoh diatas seperti mimpi, cinta, atau harapan pasti ada kalanya kita harus mengubur dalam-dalam hal tersebut karena kondisi dan situasi yang gak memungkinkan, gak seperti tumbuhan yang bisa menerobos keluar tanah tapi mimpi, cinta, atau harapan kita terkadang memang harus benar-benar mati secara terpaksa. Sakit gak? Yah tentu yah karena suatu yang hidup harus dipaksakan mati, sama aja dengan membunuh. Tapi membunuh yang satu ini memang harus dilakukan karena suatu hal. Mimpi, cinta, atau harapan yang kita punya memang gak cuma sekedar ada di dalam kehidupan kita aja dan dengan gampang dihapus namun mereka ini kalau udah ada bersama kita sejak lama menimbulkan kehidupan di dalam diri kita. Tapi disaat mereka mati kita gak boleh mati, kita harus tetap hidup untuk tetap memiliki mereka dengan versi yang baru. Terpuruk, sakit, sedih, kecewa pasti ada di dalam kita namun itu bukan menjadi suatu benalu bagi kita untuk berhenti hidup dengan matinya mereka. Kita harus membuat hidup mereka dengan versi yang baru. Memang gak gampang tapi semua dari kita mampu dan mempunyai potensi.
Gue juga pernah mengalami (baca: sedang mengalami)  dimana gue harus mengubur dalam-dalam satu dari mereka. Gak gampang dan gak mudah memang tapi gue yakin gue bisa walaupun gue berdalih untuk gak memikirkan itu sekarang namun di dalam hati gue, gue sedang beusaha keras untuk menguburnya dan mematikannya. Gue berfikir sih ini bukan salah siapa-siapa dan bukan salah gue juga tentunya namun mungkin memang keadaan yang gak memungkinkan. Untuk apa mempertahankan itu hidup kalau dengan itu hidup pun gak bisa membuat gue lebih hidup dan lebih baik. Walau rasanya sedih banget karena itu sudah bersama-sama dengan gue hampir selama 3 tahun. Bukan waktu yang panjang juga namun juga bukan waktu yang singkat buat gue. Itu memang sudah menjadi bagian dari hidup gue dan susah untuk mematikannya namun untuk apa gue biarkan gue terus sakit melihatnya hidup di dalam gue. Selama dia bersama gue awalnya memberikan suatu yang indah, semangat dan senyuman namun lama-kelamaan gue sadar dengan dia hidup gak akan ada yang membuatnya semakin bertumbuh, gak ada yang bisa membantu gue menjaganya untuk tetap hidup karena kondisinya pun gak cocok. Sama aja kaya tumbuhan banyak banget factor yang harus memnunjang dia untuk hidup seperti air pupuk, tanah cahaya matahari, dan yang lainnya. Gue harus bisa hidup tanpa itu dengan membuat itu dengan versi yang baru tapi kayanya gak sekarang juga deh karena gue masih disibukan dengan hal lainnya yang sebenernya masih menyangkut dari 3 hal yang gue sebutin tadi. Haha yah gue harus tetap bertahan hidup… Keep fight  3/12/2012

penyesalan


Hmm pasti buat kita yang berada dijaman perkembangan teknologi ini kenal sama yang namanya twitter, facebook, mysapce, hello atau berbagai jenis social network lainnya. Tapi pernah gak sih menyadari disana kadang-kadang jadi tempat untuk ngomel atau berlaku kasar dan gak sopan? Yah gak gue pungkiri gue juga salah satu orang yang menggunakan media social untuk tempat ngamuk disaat gak mengenak terjadi di kehidupan nyata gue. Hmm gue pengen sedikit cerita nih.. beberapa waktu yang lalu gue mencoba untuk membuka facebook gue yang emang udah lama gak gue pergunakan walaupun gue mengaktifkannya di handphone. Gue sangat terkejut dimana gue pernah berlaku kasar dan bisa dibilang sangat amat kasar sama saudara gue sendiri. Gue akuin menjadi kesalahan gue dan penyeselan datang sangat terlambat karena postingan tersebut udah satu tahun lebih yang lalu. Hmm dan bodohnya gue adalah gue belum pernah minta maaf. Jadi ceritanya gini… Waktu itu ada oang yang ngeadd gue di facebook dan karena namanya juga gak alay maka gue confirm. Trus tiba-tiba di nge wall gue otomatis gue kaget karena secara gue juga gak pernah tau itu siapa. Gue berusaha nyari tau itu siapa dengan buka profile nya namun apa yang gue cari gak menemukan jawaban. Akhirnya gue membalas dengan kata-kata kasar “ siapa sih? Sok kenal banget…” kalau gak salah si kaya gitu. Dan dia main rahasia-rahasiaan dan otomatis gue jadi tambah sebel dong udah ditanyain bener-bener malah kaya gitu. Setelah berdebat dengan wall-wallan akhirnya dia menyarankan gue untuk menanyakan ke salah satu orang yang itu adalah saudara dari bokap gue. Hmm pas gue tanya saudara gue dia bilang kalau yang wall-wallan sama gue selama ini adalah saudara gue yang berada di Jogjakarta. Sumfeeeh deh gue bener-bener gak tau karena gue juga gak pernah tau saudara gue sendiri. Hmm oke dan kesalahan kedua gue adalah gak minta maaf pada saat itu. Yah waktu berjalan satu tahun dan gue mengingat kejadian itu dan gue berusaha mau memperbaikinya dengan menyapa saudara gue lagi dengan mengewallnya namun apa daya kalau dia gak bales wall gue. Gue bener-bener merasa bersalah banget dengan kejadian itu apalagi yang gue omel-omelin itu adalah orang yang lebih tua walaupun secara susunan keluarga jawa dia adalah adik sepupu gue, tapi tetep aja gak sopan banget. Gue baru menyadari betapa kasarnya gue dahulu di dunia maya dan mebuat gue sangat menyesal memiliki sikap seperti ini. Yah penyesalan memang selalu datang belakangan dan seperti pepatah bilang nasi telah menjadi bubur, gak akan ada yang bisa membalikannya kecuali kehendak Tuhan. Gue beruasaha memperbaikinya sekarang. Hhmm kalau ngomongin masalah kasar di dunia maya jadi inget kejadian satu tahun lalu juga dimana gue membuat pertengkaran gak penting di media social sama seorang cewek yang yah gak usah dijelaskan lah asal-usul si cewek itu. Hmm gue juga gak tau sih siapa yang salah dan gue juga gak mau tau siapa yang bener, gue sadar gue adalah salah satu orang yang salah atau emang gue yang salah. Gue pengen banget minta maaf sama tuh cewek namun dengan beberapa pertimbangan dari beberapa orang gue mengurungkan niat itu. Kalau Tuhan ngasi kesempatan di sisa hidup gue yang tersisa dan gue bisa ketemu dan bisa ngobrol lagi sama dia gue akan minta maaf walaupun itu akan merendahkan diri gue sendiri. Masalahnya di dalam hati gue sendiri ada perasaan yang mengganjal sejak kejadian itu. Beberapa orang sepertinya atau hanya satu orang aja yah yang menjadi menjaga jarak sama gue. Kalau emang dari dulu kita gak pernah ngobrol tapi gue berasa banget bukan karena hal itu dia diem kalau ada gue. Yah seandainya waktu bisa diputar ulang gue lebih memilih untuk gak berkenalan dengan cewek itu atau gue lebih memilih untuk tutup mulut ketika pertengkaran terjadi. Tapi sekali lagi nasi telah menjadi bubur, gak akan ada yang bisa mengubahnya. Hmm satu pelajaran sih yang gue ambil dan masih berusaha untuk  melakukannya yaitu mencoba untuk gak menggunakan media social untuk tempat yang gak seharusnya dan mencoba gak mengumbar kekesalan gue sendiri. Jadi buat yang lain tolong deh dicek sendiri gimana sikap kalian selama ini, semoga sih cerita gue bisa jadi bahan pertimbangan kalian untuk bersikap di media social. Kalau gak juga gak papa tapi gue harap media social bisal digunakan dengan semestinya yah    2/12/2012