Kamis, 11 Juni 2020

Bapak

Halo 2020

Ternyata saya sudah lama meninggalakan halaman tempat saya berbagi cerita. Begitu banyak kejadian-kejadian yang terjadi mengisi jurnal perjalanan hidup saya. Ada hal yang menyenangkan, ada pula hal yang menyedihkan. Mengingat dan menyebutkan tahun 2020 tentu kita semua merasakan hal-hal menakutkan dan menyedihkan yang terjadi dalam tahun ini. Adanya pandemi virus Covid-19 yang mulai terjadi pada awal tahun merubah banyak kebiasaan masyarakat secara keseluruhan. Eh eh tapi saya tidak akan membahas itu. Saya akan membahas sesosok pribadi yang selama beberapa tahun belakangan ini menemani keseharian saya walaupun sejujurnya kadang mungkin saya melupakannya.

Kalau yang belum tau saya adalah anak tunggal yang ditinggal ibunya sejak saya kelas 3 SMA. Waktu itu terasa berat karena ibu adalah sosok yang selalu menyediakan apa yang saya perlu. Namun ada sosok bapak yang memeluk saya dari belakang memberi dukungan saya agar saya bisa tetap berdiri dan melanjutkan perjalanan hidup saya bersama dia. Selama 7 tahun ditinggalkan pasangan hidupnya selama 19 tahun umur pernikahan mereka, bapak menemani saya dan juga melanjutkan perjalanan hidupnya.

Tuhan lebih sayang sama bapak sehingga bapak dipanggil untuk istirahat bersama ibu diawal tahun ini. Sedih tentunya tapi saya ingat bahwa saya tidak menangis didepan peti bapak. Tidak sayang? Tidak mungkin. Bagaimana saya melupakan penopang hidup saya  yang selalu berjuang dibelakang layar demi pribadi saya yang kurang lebih ada beberapa hal yang bisa saya banggakan dan tentunya itu adalah hasil perjuangan bapak. Kalau saya bisa bicara kepada bapak saat ini, saya hanya ingin mengatakan 2 kata yaitu terima kasih dan maaf. Terima kasih telah berjuangan untuk saya, terima tidak pernah menuntut, dan terima kasih tidak pernah menyusahkan serta mengeluh. Kata maaf saya sampaikan karena sampai saat terakhir tidak banyak yang bisa saya balas atas semua perbuatan bapak terhadap saya.

Melalui tulisan ini, saya ingin suatu saat nanti saya tidak pernah lupa bagaimana sosok orang yang telah membentuk saya sampai saat ini baik lebih dan kurangnya saya.

1. Jarang mengeluh. Bapak adalah orang yang jarang mengeluh kepada orang-orang yang dia sayang. Baik yang saya alami atau mungkin cerita-cerita yang saya dengar dari ibu atau orang terdekat bapak. Sewaktu itu ibu bercerita, diawal pernikahan meraka bapak pernah mengecat dinding untuk persiapan natal. Waktu yang mepet menyebabkan masakan makan siang yang ibu sediakan belum tersedia. Saat itu tanpa mengeluh bapak hanya minta air panas ditambahkan royco dan makan dengan lahap bersama dengan nasi. Bapak juga tidak mengeluh ketika saya memutuskan melanjutkan kuliah sembari bekerja dan saya menyatakan akan megurangi pemberian saya kepada bapak. Kalau ingat itu saat ini, saya sungguh menyesal :(

2. Jarang sakit berat. Bapak adalah salah satu sosok yang kuat yang pernah saya temui. Selama ini bapak lebih sering sakit-sakit yang sepele seperti masuk angin. Bapak termasuk orang yang akan sembuh masuk setelah dikerokin. Jarang sekali saya temui bapak ke rumah sakit untuk sakit yang dirasakan. Pada saya SMA sempat bapak terkena gejala liver dan menyebabkan dia harus bed rest selama 3 bulan di rumah. Setelah kejadian itu bapak tidak pernah lagi merokok dan mengurangi komsumsi kopi. Kemudian beberapa tahun setelahnya bapak terkena diabetes tapi ini dapat terkontrol dengan baik dan tidak pernah kambuh. Hingga Tuhan memanggil, bapak hanya keluar masuk rumah sakit selama sebulan dan berdasarkan surat kematian kemungkinan terjadi komplikasi. Entah saya yang kurang perhatian atau sudah jalan yang diaturNya

3. Cinta keluarga. Sebagai kepala rumah tangga bapak dapat dikategorikan yang sayang keluarga dan bertanggung jawab atas keluarganya. Dahulu setiap natal ibu selalu mempermasalahkan persiapan seperti kue dan baju baru untuk menyambut hari besar keagamaan kami. Kalau boleh sedikit cerita bapak dulu kerja ditempat kerja yang collapse tapi perusahaannya masih berjalan sampai saat ini. Dulu bapak akan keluar seharian dan entah darimana akan pulang ketika dia membawa hasil yang diinginkan ibu saya. Kalau saya mengingatnya saat ini, saya rasa tidak perlu bagi bapak menghabiskan waktunya diluar, biarkan dia bersama saya dirumah dan menyambut hari itu dengan hati kami yang lebih baik. Dulu kalau kita beli makanan selalu dimakan bersama. Kalau kita beli pecel hanya 1 potong atau 2 potong dan bapak selalu memberi yang terbaik bagi istri dan anaknya, Terakhir bapak adalah orang yang berjuang bagi saya bisa bersekolah di sekolah swasta bergengsi pada jamannya  demi masa depan saya. Dibandingkan dengan penghasilannya yang tidak seberapa, bapak berjuang untuk menuntup segala kebutuhan saya bersekolah mulai dari uang sekolah, uang seragam, uang kegiatan tiap semester, uang buku, dan uang saku saya setiap harinya.

4. Susah diajak berkomunikasi. Bapak adalah orang yang lebih pendiam dibandingkan ibu. Hubungan kami sebagai anak dan orang tua lebih banyak pada perbuatan tanpa perkataan. Artinya kalau saya bilang saya sayang bapak saya akan peluk, ketika saya membutuhkan pertolongan saya akan menangis, ketika saya membutuhkan perhatian saya akan menangis didepannya. Namun seiring saya bertumbuh dewasa, terkadang hal tersebut membuat saya malu sehingga ketika saya ingin membagikan cerita saya melalui perkataan yang dahulu biasanya saya sampaikan kepada ibu, saya merasa kesulitan. Walaupun dan bagaimanapun bapak sayang saya dengan caranya. Seperti antar saya ketika saya berkuliah lagi, menyediakan makanan ketika sedang masak, atau membiarkan makanan pemberian dari orang lain tidak termakan sampai kami dapat makan bersama atau mendapat persetujuan saya untuk bapak saja yang memakannya.

Hah bapak, saya sayang bapak sebagaimana adanya bapak, lebih dan kurangnya bapak. Kalau bapak bisa liat saya saat ini banyak hal yang ingin saya adukan kepada bapak. Walaupun saya tidak merasa baik-baik saja tanpa bapak tetapi terima kasih membuat saya bertahan sampai sejauh ini. Bahagia dan beristirahatlah saat ini dengan tenang....

I HATE U

Setiap pribadi tentunya memiliki kelebihannya masing-masing yang dapat dibanggakan dirinya. Entah dalam bidang akademik atau non akademik, status sosialnya kah, tingkah lakunya kah dan masih banyak lagi. Tentu dengan semua kelebihan yang dimiliki masing- masing manusia tidak ada yang mencapai kesempurnaan karena kesempurnaan adalah milik Tuhan dan milik rezky febrian (a.k.a lagunya yang kesempurnaan cinta) wkwkwkwk

Terlepas gak ada orang yang sempurna, maka diantara kelebihan yang dimiliki pasti terselip kekukarangan masing-masing pribadi yag membuat manusia itu semakin unik. Kenapa unik? Karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang gak bisa hidup sendiri, jadi butuh orang lain untuk melengkapi kekukarngannya. Sama seperti kamu yang ditakdirkan untuk malengkapi kekukarangn aku... Iya kamu ;)

Tentunya gue disini juga gak terlepas dari kekurangan. Kekurangan gue juga mungkin gak cuma satu tapi ada banyak, mulai dari yang bisa gue atasi sampe yang gue pusing sendiri gimana cara menghadapinya. Dan disini gue mau bahas tenatng satu kekurangan gue yang mungkin menjadi concern gue untuk memperbaikinya.

Gue adalah tipe orang yang sangat mudah dipengaruhi orang lain. Terkadang ketika gue membuat keputusan seringkali mudah berubah karena kondisi dan pendapat orang lain disekitar gue yang berbeda dengan gue. Gue juga tipe orang yang gak enakan sama orang lain sehingga gue gak bisa memegang teguh apa yang ingin gue lakukan karena memang gak enak sama yang lain. Dan itu membawa gue kepada karakter yang tidak berintegritas, Terkadang apa yang gue lakukan itu tidak sesuai dengan apa yang gue katakan, Terlebih lagi gue tipe orang yang gampang lupaan sehingga menambah ketidak integritasan gue.

Gue sampe pusing sendiri sama kekurangan gue ini. Gue tau gue yang salah tapi gue gak tau bagaimana caranya mengubah hal yang mungkin sudah menjadi kebiasaan gue ini. Langkah awal yang bisa gue ambil utnuk memperbaikinya adalah dengan meningktan daya ingat gue. Biar kalau hati gue mulai gak bener buat tidak berintegritas, gue bisa pake otak gue kalau dulu gue pernah ngomong apa jadi gak gue langgar. Meningkatkan daya ingat itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dengan games yang perlu berpikir, membaca novel, berolahraga dan lainnya.

Tentu cara-cara yang gue untuk memperbaikinya didapatkan dari ceramah seseorang yang menginkan kebaikan gue. Semoga bisa berusaha lebih baik lagi... hehhee