Rabu, 28 Oktober 2015

masak

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia dan tentunya sebagai manusia gue butuh makan setiap hari. Dulu waktu ibu masih ada, dia lumayan sering masak tapi intensitasnya semakin berkurang dengan samkin lamanya ia mengidap penyakitnya. Baisanya gue akan membeli makanan siap saji dekat di rumah misalkan ketoprak, pecel ayam, nasi padang, gado-gado, dan lain sebagainya. Tapi entah kenapa waktu ibu masih ad ague gak pernah bosen sama menu yang dia pilih untuk makan padahal makanan itu beli di luar. Sedangkan waktu ibu gak ada, gue merasa bosen sama makanan yang ada di sekitar rumah gue. Mungkin ini disebabkan karena gue tipa orang yang kalau lagi suka sama satu yah akan it uterus sampe gue bosen. Dulu waktu ibu masak juga gitu, minta dimasakin hal yang sama sampe bosen baru ganti menu.

Yak pendahuluannya panjang banget hahaha.. sebenernya yang mau gue bahas bukan terfokus pada itu sih tapi sedikit nyangkutlah. Jadi belakangan ini gue punya rutinitas baru yaitu memasak. Padahal selama ibu ada gue gak pernah belajar apa-apa tentang mengurus pekerjaan rumah. Jangan masak, nyuci baju gak pernah hahaha. Gue melakukan rutinitas ini lebih karena alasan kesehatan bokap gue sih. Gue menyadari aktivitas gue di luar rumah yang begitu lama membuat gue jarang di rumah dan mengurusi bokap. Gue sering banget dapet laporan dari tetangga gue maupun tante gue kalau bokap gak makan lah, makan mie terus, makan bakso terus, nasi padang lah yang banyak santan, dan lain-lain. Trus lama kelamaan gue merasa bersalah karena gue pernah mengucapkan sesuatu hal yang layaknya janji *padahal waktu gue emosi aja sama tuh orang*. Jadi akhirnya gue memtuskan masak dalam hari-hari tertentu atau bahkan setiap hari.
Nah tantangan paling berat disini bukanlah masalah gimana buat tuh makanan, karena gue cukup berani malu untuk diketawain lah, diledekin lah, diapain aja deh cuma gara-gara nanya gimana caranya masak, berapa banyak bumbu dapur yang gue beli di tukang sayur, gimana liat tuh makanan udah mateng apa belum, cara motong sayuran biar menarik dan lain- lain. Tapi tantangan tiap gue bangun pagi adalah mikirin menu apa yang akan gue masak hari ini dan yang kedua adalah cucian piring yang numpuk kalau masak. Bokap uh kadang suka marah-marah kalau gue masak tapi cucian piringnya dia yang nyuci karena abis masak gue mesti buru-buru ke kampus hahaha. Bokap juga sempet ngelarang gue masak karena dia kasian sama gue yang udah balik malem trus paginya mesti berangkat lagi tapi masak dulu. Gue lupa, gue pernah kecapekan apa gak tapi pernah sempet dilarang gitulah.


Ada beberapa menu makanan yang pernah gue masak *yang gue sebutin beneran masakan yah bukan yang praktis* yaitu sayur sop (ini pernah dibiilang enak sama velika), kangkung, oseng tempe kacang panjang, kentang ati ampela dicabein (masih agak gagal karena kebanyakan minyak tapi enak aja buat gue mah), terong dicabein, ikan goreng, rendang, tongseng kambing, dan yang terakhir yang dibilang enak adalah terong diasak pake saori hasil idenya tetangga gue. Yah lumayanlah pengalaman.. dulu gue sebenernya pernah belajar masak sama tante gue tapi berhenti karena emang belum niat banget. Oh yah untuk rendang dan tonseng buatnya masih dibawah pengawasan tante gue karena itu menu yang agak susah dan baru pertama kali gue masak. Dan rahasia gue masak adalah pake bumbu jadi hahaha… sekian..

thanks for everything, hope for nothing

Melangkah begitu jauh tanpa tujuan bukan suatu yang diharapkan semua orang. Dan bukan sebuah jaminan melangkah bersama akan sampai pada tujuan yang sama pula. Menghabiskan waktu beribu-ribu jam menjalin komunikasi tidak memberi arti akan saling memahi. Takala semua itu hanya biasa pada umumnya, hanya sebuah rutinitas yang dijalani sampai pada suatu titik rutinitas itu akan terganti. Terkesan indah dimata, terkesan istimewa dihati namun hanya rongsokan dibalik kertas yang indah.
Angan? Mimpi? Harapan? Bukan, itu adalah ekspektasi yang terlalu tinggi, yang membawa nyata di depan mata. Berbalik dan menjauh bukan pilih yang baik. Seperti biasa kaki hanya ingin tetap menapaki jalan yang begitu terasa salah dan menyakitkan. Perih tak lagi dirasa hanya karena telah terbiasa. Tangis merupakan teman termanis.

Apa yang membawa sampai sejauh ini? Dengan pola cerita yang sama? Bodoh. Belajar bukan hanya teori tetapi praktek. Tak akan seimbang hanya bila seorang. Dan tujuan hanyalah omong kosong yang tak berarti apa-apa.


thanks for everything, hope for nothing

bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana. Mungkin ini ungkapan yang tepat hari ini buat gue. Bukan suatu yang spektakuler yang gue dapet, bukan juga suatu yang gue impikan dan doakan selama ini, tapi cukup dengan hal sederhana gue menyadari bahwa selama ini kasih saying itu gak pernah berkurang. Hari ini gue kurang enak badan, pertama karena malam sebelumnya gue keringet dingin sepanajang malam dan buang-buang air dan kemudian hari ini panas terik membuat gue sakit kepala. Karena hari ini gue punya kesempatan pulang lebih cepat maka gue sampe rumah jam 3 sore. Pulang-pulang emang gue berniat ngadu ke bokap tentang kejadian gue semalem dan alhasil dia langsung nyuruh gue istirahat. Dan karena emang gue butuh itu maka gue langsung memasuki area kamar. Disana gue mendapati kipas angin baru. Bukan hal yang spektakuler tapi gue terharu aja dan gue tau itu pasti dari bokap *iyalah emang siapa lagi*. Tapi berhubung gue gak enak badan gue gak berniat keluar dan menanyakan hal itu saat itu juga. Setelah bangun tidur yang ternyata gue tidur cukup lama bokap akhirnya nanya “gimana tidurnya? Enak kan? Udah gak panas, nyamuk juga gak ada kalau gitu.” Gue hanya bisa menjawab “ya pak”
Gue langsung menunduk dan menangis. Hal sederhana tapi besar. Punya seorang ayah yang kasih sayangnya gak pernah kurang, yang perhatiannya gak pernah teralih, yang hadirnya tidak pernah hilang. Selama ini mungkin gue berfikir bokap bukan orang yang tepat untuk diajak bercerita, tapi dia adalah orang yang ternyata tau bagaimana kebutuhan anaknya karena ada kasih yang terdalam.

Huuuu intinya begitulah.. Entah gue yang sensitive atau apa tapi hari ini gue berfikir bokap selalu berusaha kasih liat walaupun dia sendiri, gue gak pernah kehilangan kasih 2 orang tua. Sekian.