takkan ada pelangi indah
jika hujan tak pernah turun
takkan pernah tanah menjadi subur
jika bajak tak menimpanya
takkan ada senyum
jika air mata haru tak mengalir
takkan ada kebanggaan
jika tak ada sulit yang dirasakan
dan takkan ku meraih semuanya
jika tak ada dia
yang selalu menyemangati
yang berada dibelakang untuk memberi dorongan
ucapnya adalah kekuatan
sentuhnya menjadi pelindung
hadirnya lebih dari segala sesuatu yang mampu aku ucap
egoku mau agar dia selalu disisi
pintaku memohon dia selamanya milikku
mimpiku untuk terus bersamanya
biarkan hidupnya adalah aku
dan biarlah hidupku adalah dia
. . . . .
Jumat, 31 Juli 2015
Kamis, 30 Juli 2015
harapan
ketika harapan hampir sirna
akankah tangisan membangkitkan semangat
ketika terang tak lagi ada
akankah kegigihan menuntun langkah kaki
senyum, tawa hanya topeng
positif hanya penghalang reruntuhan hati
semangat hanya tetes air ditengah kering
dan percaya hanyalah angan yang dipertanyakan
aku tak lebih dari tangkai yang terkulai
menunggu penyanggah untuk meneggakanku
aku tak kurang dari api yang akan padam
menanti bara yang akan membesarkanku
andai aku dapat berdiri
maka aku akan berjalan
andai aku dapat melangkah
maka aku akan berlari pada tujuan
tapi apalah kata andai
jika yang diperlukan adalah bisa
dan apakah arti maka
jika kesempatan tak pernah mampu aku raih..
akankah tangisan membangkitkan semangat
ketika terang tak lagi ada
akankah kegigihan menuntun langkah kaki
senyum, tawa hanya topeng
positif hanya penghalang reruntuhan hati
semangat hanya tetes air ditengah kering
dan percaya hanyalah angan yang dipertanyakan
aku tak lebih dari tangkai yang terkulai
menunggu penyanggah untuk meneggakanku
aku tak kurang dari api yang akan padam
menanti bara yang akan membesarkanku
andai aku dapat berdiri
maka aku akan berjalan
andai aku dapat melangkah
maka aku akan berlari pada tujuan
tapi apalah kata andai
jika yang diperlukan adalah bisa
dan apakah arti maka
jika kesempatan tak pernah mampu aku raih..
Rabu, 29 Juli 2015
menangis
menangis? gak usah ditanyalah kalau ini. gue adalah tipe orang yang bisa dibilang cengeng dan gue gampang banget menangis. mau orang bikin gue marah, kesel, atau sedih biasanya menangis adalah pelarian gue. gue seneng menangis dalam ruangan tertutup atau dalam ruang gelap sambil tidur. tapi fokus tulisan gue kali ini bukan tentang gue menangis. gue akan membahas tentang bokap gue yang menangis.
selama sejarah hidup gue, gue gak pernah liat bokap gue manangis walaupun gue gak yakin kalau bokap gue gak pernah menangis sampai pada saat beberapa kejadian yang terjadi di belakangan ini. bahkan ketika nyokap gue meninggal, gue gak melihat bokap gue menangis. bahkan ketika nyokap gak ada dan gue menangis meraung-raung dia hanya memeluk gue dan berkata bahwa gue gak akan sendirian karena masih ada dia. oh iya membahas perkataan itu gu inget tulisan dibuku hitam gue bahwa kata-kata itu selayaknya janji bagi gue tapi gue tau janji itu gak akan pernah abadi karena suatu saat dia akan melanggarnya dan pergi meninggalkan gue.
oke balik ke topik, bokap gue menangis beberapa waktu yang lalu dan hari ini.. dan tau apa penyebabnya? itu gara-gara gue! walaupun gue gak melihat secara langsung tapi gue tau dia manangis. gila..gila.. dan gilaa gue bikin bokap gue nangis dan gue bener-bener merasa gue bodoh banget.. gue ceroboh dalam merangkai kata yang keluar dari mulut gue sampai bisa melukai hati bokap gue. atau mungkin gue memang harus memperbaiki nada dalam bicara gue karena orang suka protes soal nada bicara gue yang kadang tinggi dan bikin sebel.
kejadian pertama gue membuat bokap nangis itu adalah hal sepele banget dan mungkin gue kena karmanya kali yah pas kejadian ini.. jadi waktu itu gue lagi kepengen daftar beasiswa dan berhubung gue itu lagi magang, gue gak bisa ngurus surat-suratnya yang dari keluharan sendirian makanya gue minta tolong bokap. nah hari itu gue udah seneng tuh mau nyerahin berkas dan ketika gue cek (jeng jeng jeng) agama gue disitu tertulis islam.. gue sebenernya bukan gimana gimana lah yah tapi gue takut aja kalau dokumen gue isinya beda-beda (secara di ktp dan formnya kristen) ntar berkas gue di blacklist.. trus akhirnya gue nelpon bokap dan sedikit marah-marah gitu nanyain kenapa gak diperiksa dulu dan gue matiin langsung telponnya dan akhirnya bokap nelpon lagi dan jeng jeng jeng dia nangis gitu protes gara-gara gue gak menghargai dia banget trus karena sangkig merasa bersalahnya gue cuma hooh-in daong dan tutup telponnya.. hebat banget gue yah dan pada akhirnya gue kena karma karena waktu itu gue jatuh ke dalam got di pinggir jalan.. trus lebih nyeseknya lagi gue pas balik abis jatuh bokap meluk gue gitu karena gue malu diliatin orang orang. makin gue merasa bersalah aja kan..
lalu kejadian kedua adalah hari ini ketika pulang magang gue gak menemukan bokap gue di rumah dan katanya udah pergi dari jam setengah 5 sore gak seperti biasanya.. lalu gue pergi ke gereja dan dia menelpon gue.. dia cuma mau bilang kalau dia belum dapet gaji dan belum bisa bayaran padahal ini udah h-2 dan gue belum megang uang tapi ketika dia ngomong gue tau suaranya bergetar dan gue mencoba membuktikan dugaan gue kalau dia menangis dengan mengajaknya bicara lebih lama namun dia seperti menghindar dan menjawab sekedarnya.. ketika gue mananyakan beberapa hal yang tidak menyangkut bayaran gue denger suaranya beda, lalu ada suara tv yang seakan berusaha menutupi pola suara bokap.. huuuu lagi-lagi gara-gara gue.. bisa gak sih gue aja gitu yang nangis karena emang gue cengeng, gak usah bokap..
dan semoga bokap gak menangis lagi terlebih karena gue penyebabnya.. aku minta maaf :( ....
selama sejarah hidup gue, gue gak pernah liat bokap gue manangis walaupun gue gak yakin kalau bokap gue gak pernah menangis sampai pada saat beberapa kejadian yang terjadi di belakangan ini. bahkan ketika nyokap gue meninggal, gue gak melihat bokap gue menangis. bahkan ketika nyokap gak ada dan gue menangis meraung-raung dia hanya memeluk gue dan berkata bahwa gue gak akan sendirian karena masih ada dia. oh iya membahas perkataan itu gu inget tulisan dibuku hitam gue bahwa kata-kata itu selayaknya janji bagi gue tapi gue tau janji itu gak akan pernah abadi karena suatu saat dia akan melanggarnya dan pergi meninggalkan gue.
oke balik ke topik, bokap gue menangis beberapa waktu yang lalu dan hari ini.. dan tau apa penyebabnya? itu gara-gara gue! walaupun gue gak melihat secara langsung tapi gue tau dia manangis. gila..gila.. dan gilaa gue bikin bokap gue nangis dan gue bener-bener merasa gue bodoh banget.. gue ceroboh dalam merangkai kata yang keluar dari mulut gue sampai bisa melukai hati bokap gue. atau mungkin gue memang harus memperbaiki nada dalam bicara gue karena orang suka protes soal nada bicara gue yang kadang tinggi dan bikin sebel.
kejadian pertama gue membuat bokap nangis itu adalah hal sepele banget dan mungkin gue kena karmanya kali yah pas kejadian ini.. jadi waktu itu gue lagi kepengen daftar beasiswa dan berhubung gue itu lagi magang, gue gak bisa ngurus surat-suratnya yang dari keluharan sendirian makanya gue minta tolong bokap. nah hari itu gue udah seneng tuh mau nyerahin berkas dan ketika gue cek (jeng jeng jeng) agama gue disitu tertulis islam.. gue sebenernya bukan gimana gimana lah yah tapi gue takut aja kalau dokumen gue isinya beda-beda (secara di ktp dan formnya kristen) ntar berkas gue di blacklist.. trus akhirnya gue nelpon bokap dan sedikit marah-marah gitu nanyain kenapa gak diperiksa dulu dan gue matiin langsung telponnya dan akhirnya bokap nelpon lagi dan jeng jeng jeng dia nangis gitu protes gara-gara gue gak menghargai dia banget trus karena sangkig merasa bersalahnya gue cuma hooh-in daong dan tutup telponnya.. hebat banget gue yah dan pada akhirnya gue kena karma karena waktu itu gue jatuh ke dalam got di pinggir jalan.. trus lebih nyeseknya lagi gue pas balik abis jatuh bokap meluk gue gitu karena gue malu diliatin orang orang. makin gue merasa bersalah aja kan..
lalu kejadian kedua adalah hari ini ketika pulang magang gue gak menemukan bokap gue di rumah dan katanya udah pergi dari jam setengah 5 sore gak seperti biasanya.. lalu gue pergi ke gereja dan dia menelpon gue.. dia cuma mau bilang kalau dia belum dapet gaji dan belum bisa bayaran padahal ini udah h-2 dan gue belum megang uang tapi ketika dia ngomong gue tau suaranya bergetar dan gue mencoba membuktikan dugaan gue kalau dia menangis dengan mengajaknya bicara lebih lama namun dia seperti menghindar dan menjawab sekedarnya.. ketika gue mananyakan beberapa hal yang tidak menyangkut bayaran gue denger suaranya beda, lalu ada suara tv yang seakan berusaha menutupi pola suara bokap.. huuuu lagi-lagi gara-gara gue.. bisa gak sih gue aja gitu yang nangis karena emang gue cengeng, gak usah bokap..
dan semoga bokap gak menangis lagi terlebih karena gue penyebabnya.. aku minta maaf :( ....
Langganan:
Postingan (Atom)