Pernafasan…entah mengapa pernafasan kali ini sering mengganggu lancarnya kegiatan. Perenafasan seringkali terganggu dengan asap rokok dan asap apa lagi yang mungkin jenisnya tidak diketahui yang entah mengapa rasanya sangat menusuk hidung lalu samapai pada paru-paru. Ketika itu asap rokok dan asap lain itu seperti benda tajam yang terus menusuk hidung bahkan sampai pada paru-paru, dan ketika itu pula pernafasan sudah mulai terganggu. Pernafasan rasanya mau terhenti dan hanya sedikit oksigen yang dapat masuk melalui cela cela asap yang masuk kedalam hidung. Hmm ketika itu terjadi rasanya ingin sekali mencari sedikit lagi oksigen agar bias tetap bertahan untuk bernafas. Kala itu pernafasan seperti seseorang yang terkena asma yang nafasnya tersengal-sengal karena tak dapat oksigen. Jakarta sekarang hanya banyak menghasilkan asap-asap yang tak berfungsi untuk pernafasan. Sepertinya sudah tak ada lagi udara yang bersih bagi pernafasan. Andai bisa mngutarakan pernafasan ingin sekali merasakan udara sejuk untuk dihirup, pernafasan ingin sejenak berhenti melakukan pencarian oksigen yang sangat sulit ketika asap-asap tak berguna mengelilingi sekitarnya.
Entah mengapa dan sejak kapan pernafasan menjadi seperti ini, menjadi sangat sensitive dengan asap-asap itu. Alat-alat pernafasan mungkin sudah tak sanggup lagi untuk menyaring asap-asap itu sebelum diteruskan ke paru-paru, mungkin komposisi dalam asap-asap itu sudah benar-benar buruk sehingga sudah tak mampu lagi ditangkal oleh alat-alat yang dalam tubuh untuk menyaringnya. Satu yang memang harus disyukuri ketika semua kondisi udara yang semakin parah terjadi,kebiasaan buruk saat dahulu (yaitu: mimisan) yang sering terjadi ketika udara panas dan udara yang kotoran sudah tidak terjadi lagi. Kalau misalnya karena udara yang semakin kotor itu dan kebiasaan buruk itu masih ada, dapat dipastikan kalau kejadian itu akan menjadi suatu hal yang akan sering terjadi setiap harinya. Satu hal yang pasti untuk saat ini yaitu pernafasan butuh waktu sejenak untuk dapat menghirup udara sejuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar