Rabu, 12 November 2014

milik saya kah? untuk saya kah?


"milik saya kah ini?" "untuk saya kah ini?" mungkin pertanyaan seperti itu pernah muncul di otak kita, atau bila belum mungkin akan muncul di otak kita. contohnya saja saat kita mendengar firman Tuhan dibagikan terkadang kita berfikir untuk saya kah firman ini atau jika kita mengini suatu benda lalu kita bertanya milik saya kah ini suatu hari nanti.


mungkin saya akan membahas pertanyaan kedua terlebih dahulu. jika suatu hal datang pada kita bisa jadi itu untuk kita atau pilihan lain kita hanyalah sebuah "tempat transit" dimana sebenarnya hal itu diperuntukkan bagi orang lain. jika pilihan kedua yang terjadi ada dua kemungkinan, apakah kita mau membagikannya atau kita mengklaim bahwa hal itu untuk kita. biasanya kita akan lebih sering mengklaim bahwa hal itu untuk kita apabila hal yang ada berwujud benda nyata (bisa dilihat atau diraba). namun yang terjadi pada saya saat ini adalah bukanlah hal itu. belakangan ini gereja saya sedang membahas mengenai suatu tema. tentu saja banyak firman yang dibagikan mengenai tema tersebut. namun dilihat dari kehidupan saya mungkin saya merasa saya sudah cukup dalam keadaan baik menjalankan itu tetapi bukan berarti saya sempurna menjalankannya. di sisi lain justru ada beberapa kerabat saya yang mungkin butuh mendengarkan hal ini namun terbatas "aliran" jadi sulit penyampaiannya. saya merasa sebagai "tempat transit". lalu terkadang saya berpikir "kenapa harus saya?" dari sekian banyak orang dari kelompok kami, mengapa saya? dan itu bukan hanya satu orang yang datang namun beberapa. dari jenis cerita yang berbeda namun satu tema. Tuhan mengatur sedemikian rupa. saya kaum minoritas sendiri, mereka berbeda namun saya yang jadi tempat transit. disini saya berfikir bahwa setiap hal yang datang pada kita belum tentu untuk kita namun bisa saja kita yang justru akan membagikannya. berbagi bukan saja pada hal yang tidak dapat dihitung dengan uang (biasanya biar gak rugi), terkadang "rejeki" yang mungkin ada datang pada kita hanya sekedar transit untuk dibagikan pada yang lain. ini positifnya.


lalu pertanyaan yang pertama. setiap orang pasti ingin memiliki sesuatu di hidupnya. mulai dari hal yang sederhana seperti kebutuhannya atau hal besar seperti impiannya. lalu ketika hal itu di depan mata kita akan bertanya milik saya kah ini? bagaimana kalau jawabannya tidak. itu bukan milik kita. kecewa kah kita, akankah pembelaan terlontar sehingga memaksa itu menjadi milik kita. jika kita tetap menginginkannya, egois kah kita? lalu saya berfikir egois kah saya, egois kah saya ketika semua yang saya harapkan tak sesuai dengan semestinya, jika itu bukan milik saya, jika itu tak akan pernah menjadi milik saya? lalu mengapa itu datang di depan mata saya jika tak menjadi milik saya? ini negatifnya.


sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar