Rabu, 28 Oktober 2015

thanks for everything, hope for nothing

Melangkah begitu jauh tanpa tujuan bukan suatu yang diharapkan semua orang. Dan bukan sebuah jaminan melangkah bersama akan sampai pada tujuan yang sama pula. Menghabiskan waktu beribu-ribu jam menjalin komunikasi tidak memberi arti akan saling memahi. Takala semua itu hanya biasa pada umumnya, hanya sebuah rutinitas yang dijalani sampai pada suatu titik rutinitas itu akan terganti. Terkesan indah dimata, terkesan istimewa dihati namun hanya rongsokan dibalik kertas yang indah.
Angan? Mimpi? Harapan? Bukan, itu adalah ekspektasi yang terlalu tinggi, yang membawa nyata di depan mata. Berbalik dan menjauh bukan pilih yang baik. Seperti biasa kaki hanya ingin tetap menapaki jalan yang begitu terasa salah dan menyakitkan. Perih tak lagi dirasa hanya karena telah terbiasa. Tangis merupakan teman termanis.

Apa yang membawa sampai sejauh ini? Dengan pola cerita yang sama? Bodoh. Belajar bukan hanya teori tetapi praktek. Tak akan seimbang hanya bila seorang. Dan tujuan hanyalah omong kosong yang tak berarti apa-apa.


thanks for everything, hope for nothing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar