Rabu, 28 Oktober 2015

bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana. Mungkin ini ungkapan yang tepat hari ini buat gue. Bukan suatu yang spektakuler yang gue dapet, bukan juga suatu yang gue impikan dan doakan selama ini, tapi cukup dengan hal sederhana gue menyadari bahwa selama ini kasih saying itu gak pernah berkurang. Hari ini gue kurang enak badan, pertama karena malam sebelumnya gue keringet dingin sepanajang malam dan buang-buang air dan kemudian hari ini panas terik membuat gue sakit kepala. Karena hari ini gue punya kesempatan pulang lebih cepat maka gue sampe rumah jam 3 sore. Pulang-pulang emang gue berniat ngadu ke bokap tentang kejadian gue semalem dan alhasil dia langsung nyuruh gue istirahat. Dan karena emang gue butuh itu maka gue langsung memasuki area kamar. Disana gue mendapati kipas angin baru. Bukan hal yang spektakuler tapi gue terharu aja dan gue tau itu pasti dari bokap *iyalah emang siapa lagi*. Tapi berhubung gue gak enak badan gue gak berniat keluar dan menanyakan hal itu saat itu juga. Setelah bangun tidur yang ternyata gue tidur cukup lama bokap akhirnya nanya “gimana tidurnya? Enak kan? Udah gak panas, nyamuk juga gak ada kalau gitu.” Gue hanya bisa menjawab “ya pak”
Gue langsung menunduk dan menangis. Hal sederhana tapi besar. Punya seorang ayah yang kasih sayangnya gak pernah kurang, yang perhatiannya gak pernah teralih, yang hadirnya tidak pernah hilang. Selama ini mungkin gue berfikir bokap bukan orang yang tepat untuk diajak bercerita, tapi dia adalah orang yang ternyata tau bagaimana kebutuhan anaknya karena ada kasih yang terdalam.

Huuuu intinya begitulah.. Entah gue yang sensitive atau apa tapi hari ini gue berfikir bokap selalu berusaha kasih liat walaupun dia sendiri, gue gak pernah kehilangan kasih 2 orang tua. Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar