Hmm pasti buat kita yang berada
dijaman perkembangan teknologi ini kenal sama yang namanya twitter, facebook,
mysapce, hello atau berbagai jenis social network lainnya. Tapi pernah gak sih
menyadari disana kadang-kadang jadi tempat untuk ngomel atau berlaku kasar dan
gak sopan? Yah gak gue pungkiri gue juga salah satu orang yang menggunakan
media social untuk tempat ngamuk disaat gak mengenak terjadi di kehidupan nyata
gue. Hmm gue pengen sedikit cerita nih.. beberapa waktu yang lalu gue mencoba
untuk membuka facebook gue yang emang udah lama gak gue pergunakan walaupun gue
mengaktifkannya di handphone. Gue sangat terkejut dimana gue pernah berlaku kasar
dan bisa dibilang sangat amat kasar sama saudara gue sendiri. Gue akuin menjadi
kesalahan gue dan penyeselan datang sangat terlambat karena postingan tersebut
udah satu tahun lebih yang lalu. Hmm dan bodohnya gue adalah gue belum pernah
minta maaf. Jadi ceritanya gini… Waktu itu ada oang yang ngeadd gue di facebook
dan karena namanya juga gak alay maka gue confirm. Trus tiba-tiba di nge wall
gue otomatis gue kaget karena secara gue juga gak pernah tau itu siapa. Gue
berusaha nyari tau itu siapa dengan buka profile nya namun apa yang gue cari
gak menemukan jawaban. Akhirnya gue membalas dengan kata-kata kasar “ siapa
sih? Sok kenal banget…” kalau gak salah si kaya gitu. Dan dia main
rahasia-rahasiaan dan otomatis gue jadi tambah sebel dong udah ditanyain
bener-bener malah kaya gitu. Setelah berdebat dengan wall-wallan akhirnya dia
menyarankan gue untuk menanyakan ke salah satu orang yang itu adalah saudara
dari bokap gue. Hmm pas gue tanya saudara gue dia bilang kalau yang wall-wallan
sama gue selama ini adalah saudara gue yang berada di Jogjakarta. Sumfeeeh deh
gue bener-bener gak tau karena gue juga gak pernah tau saudara gue sendiri. Hmm
oke dan kesalahan kedua gue adalah gak minta maaf pada saat itu. Yah waktu
berjalan satu tahun dan gue mengingat kejadian itu dan gue berusaha mau
memperbaikinya dengan menyapa saudara gue lagi dengan mengewallnya namun apa
daya kalau dia gak bales wall gue. Gue bener-bener merasa bersalah banget
dengan kejadian itu apalagi yang gue omel-omelin itu adalah orang yang lebih
tua walaupun secara susunan keluarga jawa dia adalah adik sepupu gue, tapi
tetep aja gak sopan banget. Gue baru menyadari betapa kasarnya gue dahulu di
dunia maya dan mebuat gue sangat menyesal memiliki sikap seperti ini. Yah
penyesalan memang selalu datang belakangan dan seperti pepatah bilang nasi
telah menjadi bubur, gak akan ada yang bisa membalikannya kecuali kehendak
Tuhan. Gue beruasaha memperbaikinya sekarang. Hhmm kalau ngomongin masalah
kasar di dunia maya jadi inget kejadian satu tahun lalu juga dimana gue membuat
pertengkaran gak penting di media social sama seorang cewek yang yah gak usah
dijelaskan lah asal-usul si cewek itu. Hmm gue juga gak tau sih siapa yang
salah dan gue juga gak mau tau siapa yang bener, gue sadar gue adalah salah
satu orang yang salah atau emang gue yang salah. Gue pengen banget minta maaf
sama tuh cewek namun dengan beberapa pertimbangan dari beberapa orang gue
mengurungkan niat itu. Kalau Tuhan ngasi kesempatan di sisa hidup gue yang
tersisa dan gue bisa ketemu dan bisa ngobrol lagi sama dia gue akan minta maaf
walaupun itu akan merendahkan diri gue sendiri. Masalahnya di dalam hati gue
sendiri ada perasaan yang mengganjal sejak kejadian itu. Beberapa orang
sepertinya atau hanya satu orang aja yah yang menjadi menjaga jarak sama gue.
Kalau emang dari dulu kita gak pernah ngobrol tapi gue berasa banget bukan
karena hal itu dia diem kalau ada gue. Yah seandainya waktu bisa diputar ulang
gue lebih memilih untuk gak berkenalan dengan cewek itu atau gue lebih memilih
untuk tutup mulut ketika pertengkaran terjadi. Tapi sekali lagi nasi telah
menjadi bubur, gak akan ada yang bisa mengubahnya. Hmm satu pelajaran sih yang
gue ambil dan masih berusaha untuk
melakukannya yaitu mencoba untuk gak menggunakan media social untuk
tempat yang gak seharusnya dan mencoba gak mengumbar kekesalan gue sendiri. Jadi
buat yang lain tolong deh dicek sendiri gimana sikap kalian selama ini, semoga
sih cerita gue bisa jadi bahan pertimbangan kalian untuk bersikap di media
social. Kalau gak juga gak papa tapi gue harap media social bisal digunakan
dengan semestinya yah 2/12/2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar