Rabu, 05 Desember 2012

penyesalan


Hmm pasti buat kita yang berada dijaman perkembangan teknologi ini kenal sama yang namanya twitter, facebook, mysapce, hello atau berbagai jenis social network lainnya. Tapi pernah gak sih menyadari disana kadang-kadang jadi tempat untuk ngomel atau berlaku kasar dan gak sopan? Yah gak gue pungkiri gue juga salah satu orang yang menggunakan media social untuk tempat ngamuk disaat gak mengenak terjadi di kehidupan nyata gue. Hmm gue pengen sedikit cerita nih.. beberapa waktu yang lalu gue mencoba untuk membuka facebook gue yang emang udah lama gak gue pergunakan walaupun gue mengaktifkannya di handphone. Gue sangat terkejut dimana gue pernah berlaku kasar dan bisa dibilang sangat amat kasar sama saudara gue sendiri. Gue akuin menjadi kesalahan gue dan penyeselan datang sangat terlambat karena postingan tersebut udah satu tahun lebih yang lalu. Hmm dan bodohnya gue adalah gue belum pernah minta maaf. Jadi ceritanya gini… Waktu itu ada oang yang ngeadd gue di facebook dan karena namanya juga gak alay maka gue confirm. Trus tiba-tiba di nge wall gue otomatis gue kaget karena secara gue juga gak pernah tau itu siapa. Gue berusaha nyari tau itu siapa dengan buka profile nya namun apa yang gue cari gak menemukan jawaban. Akhirnya gue membalas dengan kata-kata kasar “ siapa sih? Sok kenal banget…” kalau gak salah si kaya gitu. Dan dia main rahasia-rahasiaan dan otomatis gue jadi tambah sebel dong udah ditanyain bener-bener malah kaya gitu. Setelah berdebat dengan wall-wallan akhirnya dia menyarankan gue untuk menanyakan ke salah satu orang yang itu adalah saudara dari bokap gue. Hmm pas gue tanya saudara gue dia bilang kalau yang wall-wallan sama gue selama ini adalah saudara gue yang berada di Jogjakarta. Sumfeeeh deh gue bener-bener gak tau karena gue juga gak pernah tau saudara gue sendiri. Hmm oke dan kesalahan kedua gue adalah gak minta maaf pada saat itu. Yah waktu berjalan satu tahun dan gue mengingat kejadian itu dan gue berusaha mau memperbaikinya dengan menyapa saudara gue lagi dengan mengewallnya namun apa daya kalau dia gak bales wall gue. Gue bener-bener merasa bersalah banget dengan kejadian itu apalagi yang gue omel-omelin itu adalah orang yang lebih tua walaupun secara susunan keluarga jawa dia adalah adik sepupu gue, tapi tetep aja gak sopan banget. Gue baru menyadari betapa kasarnya gue dahulu di dunia maya dan mebuat gue sangat menyesal memiliki sikap seperti ini. Yah penyesalan memang selalu datang belakangan dan seperti pepatah bilang nasi telah menjadi bubur, gak akan ada yang bisa membalikannya kecuali kehendak Tuhan. Gue beruasaha memperbaikinya sekarang. Hhmm kalau ngomongin masalah kasar di dunia maya jadi inget kejadian satu tahun lalu juga dimana gue membuat pertengkaran gak penting di media social sama seorang cewek yang yah gak usah dijelaskan lah asal-usul si cewek itu. Hmm gue juga gak tau sih siapa yang salah dan gue juga gak mau tau siapa yang bener, gue sadar gue adalah salah satu orang yang salah atau emang gue yang salah. Gue pengen banget minta maaf sama tuh cewek namun dengan beberapa pertimbangan dari beberapa orang gue mengurungkan niat itu. Kalau Tuhan ngasi kesempatan di sisa hidup gue yang tersisa dan gue bisa ketemu dan bisa ngobrol lagi sama dia gue akan minta maaf walaupun itu akan merendahkan diri gue sendiri. Masalahnya di dalam hati gue sendiri ada perasaan yang mengganjal sejak kejadian itu. Beberapa orang sepertinya atau hanya satu orang aja yah yang menjadi menjaga jarak sama gue. Kalau emang dari dulu kita gak pernah ngobrol tapi gue berasa banget bukan karena hal itu dia diem kalau ada gue. Yah seandainya waktu bisa diputar ulang gue lebih memilih untuk gak berkenalan dengan cewek itu atau gue lebih memilih untuk tutup mulut ketika pertengkaran terjadi. Tapi sekali lagi nasi telah menjadi bubur, gak akan ada yang bisa mengubahnya. Hmm satu pelajaran sih yang gue ambil dan masih berusaha untuk  melakukannya yaitu mencoba untuk gak menggunakan media social untuk tempat yang gak seharusnya dan mencoba gak mengumbar kekesalan gue sendiri. Jadi buat yang lain tolong deh dicek sendiri gimana sikap kalian selama ini, semoga sih cerita gue bisa jadi bahan pertimbangan kalian untuk bersikap di media social. Kalau gak juga gak papa tapi gue harap media social bisal digunakan dengan semestinya yah    2/12/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar